0

Cerita Inspirasi 2

Posted by dimas.adijourgia10 on September 16, 2010 in Academic |

Cerita Inspirasi Diri Saya

Nama : R.Dimas Adijourgia A

NRP : E24100079

Laskar : 16 (Achmad Yani)

Minggu 13 desember 1992 , waktu dimana saya R.Dimas Adijourgia Abdillah di lahirkan, ibu saya melahirkan saya di bidan yang juga kebetulan adalah saudara saya sendiri, proses yang dilalui sangatlah berat, karena ibu saya telah pecah ketuban duluan sehingga proses kelahiran sangat amat sulit. Ketika terlahir, saya dalam keadaan yang cukup baik hanya saja badan dan kepala saya menguncup seperti layu, kata bidannya itu tidak apa- apa di sinar di inkubator pun akan kembali normal.

Ketika umur saya 3 bulan ada keanehan yang terjadi pada mata kiri saya, terdapat selaput didalamnya yang membuat kornea saya tidak terlihat, ibu saya memutuskan untuk membawa saya ke dokter. Sesampainya di dokter, dokter mendiagnosa saya terkena katarak dan harus segera dioperasi, operasi pertama berjalan lancar, namun karena operasi itu kornea saya terkoyak dan harus menjalani operasi kedua, operasi kedua pun berjalan baik, namun anehnya tetap saya tidak dapat melihat, dokter pun memutuskan untuk mengoperasi saya ketiga kalinya. Operasi ketiga tidak berjalan mulus, dokter angkat tangan untuk mengoperasi mata kiri saya dan saya pun divonis tidak dapat melihat.

Kehidupan dengan mata sebelah cukup menyulitkan saya, saya tidak dapat fokus pada 2 arah sekaligus, saya agak kesulitan membaca karena hanya menggunakan mata kanan saja, namun itu semua dapat saya lewati. Terkadang saya mencoba untuk melatih mata kiri saya melihat, namun itu hanya akan membuat saya pusing, karena hanya hitam yang saya lihat. Berbagai pengobatan telah saya jalani dari mulai alternatif sampai minum jus wortel berkilo – kilo selama lebih dari 7 tahun , tapi itu semua tidak ada hasil hanya memboroskan uang saja dan mata kiri saya pun tetap tidak dapat melihat.

Ketika saya beranjak remaja, saya ingin sekali bisa berkendara sepeda motor ke sekolah, namun apa daya karena mata saya hanya sebelah , ibu saya melarang saya menggunakan motor ke sekolah. Pada saat belajar pun terkadang saya merasa di sulitkan apabila disuruh melihat mikroskop atau lensa lainnya, karena yang saya hanya bisa pakai hanya mata kanan sehingga keakuratannya pun berkurang.

Namun saya tidak pernah mengeluh dengan keadaan saya ini, saya terus belajar dan belajar, hingga akhirnya saya diterima di IPB dan berkuliah disana. Jadi apapun keadaannya apabila kita mau berusaha dan berdoa niscaya Allah akan membantu kita.

0

Cerita Inspirasi 1

Posted by dimas.adijourgia10 on September 16, 2010 in Academic |

Cerita Inspirasi Teman Saya Nama : R.Dimas Adijourgia A NRP : E24100079 Laskar : 16 (Achmad Yani) Ketika saya SMA di Bandung, saya mempunyai teman bernama Ayu Aditta, ia masuk ke sekolah kami ketika kami sudah duduk di kelas 2 SMA. Pada mulanya ia terlihat biasa saja, bergaul bersama semua teman – teman kami, tanpa mengetahui keadaan ekonomi keluarganya. Ketika akan diadakan karya wisata ke yogyakarta, kami semua satu kelas antusias menyiapkan diri , tetapi tidak dengan ayu, ia terlihat diam dan murung saja, ketika saya bertanya apakah dia ikut karya wisata dan dia menjawab dengan sangat sedih ia berkata kalau ayu ikut karya wisata nanti ade – ade ayu tidak bisa makan, saya mendengarnya sangat amat sedih sekali. Satu tahun berselang, kami sudah menginjak kelas 3, semua orang termasuk saya sibuk mempersiapkan diri untuk ujian nasional dan SNMPTN, ada yang bimbel sana – sini, belajar kelompok, belajar dengan guru, pokoknya banyak hal yang kami lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional , begitu pula ayu , namun ia tidak mengikuti bimbel seperti yang lain lakukan, karena kesulitan ekonomi , beruntung ada teman saya yang baik hati membayar bimbel untuk ayu. Ketika selesai ujian nasional semua sibuk mempersiapkan diri untuk SNMPTN, semua sibuk latihan soal dan segala macam dilakukan agar kami lulus dan dapat diterima di perguruan tinggi negeri, tetapi tidak dengan ayu, sebenarnya ia memiliki keinginan kuliah di jurusan kebidanan, namun karena keterbatasan biaya, ia harus mengubur impiannya dalam – dalam. Ia hanya bisa membantu usaha bapaknya yaitu sebagai penjaga kios photo. Ketika saya melihat ke studio photo tersebut saya melihat ayu sedang melayani pelanggan sambil mengerjakan soal – soal SNMPTN, saya langsung menghampirinya dan sedikit bercakap – cakap dengannya masalah kuliah , ia berkata bahwa dia memiliki keyakinan akan bisa kuliah walau kesulitan ekonomi menerjang, makanya ia tetap serius belajar agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Waktu pendaftaran SNMPTN semakin dekat , ayu masih belum memiliki cukup uang untuk membayar formulir, ia mulai panik dan resah takut tidak dapat mengikuti SNMPTN, namun Allah menjawab doa ayu untuk ikut SNMPTN , bapak nya dapat rejeki dari hasil menjual pakaian bersama temannya. Setelah itu pengumuman SNMPTN pun tiba , dan ayu masuk jurusan kebidanan di universitas yang diinginkannya. Ia terlihat gembira sekali mendengar kabar itu. Itulah kita sebagai manusia harus terus berusaha, karena dimana ada kemauan disitu ada jalan.

0

Nasi Putih makanan berbahaya???

Posted by dimas.adijourgia10 on July 26, 2010 in Academic |

VIVAnews – Mengkonsumsi nasi putih sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun Peneliti dari Universitas Harvard menemukan bahwa mengkonsumsi nasi putih sangat tidak sehat untuk para penderita diabetes. Lalu, makanan apa yang bisa menggantikan nasi putih?

Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, peneliti menyatakan bahwa beras merah bisa menggantikan nasi putih, bahkan menurunkan risiko diabetes hingga 16 persen.

Mengganti nasi putih dengan beras merah merupakan salah satu cara terbaik menekan peningkatan gula darah. Alasannya, nasi halus atau putih bisa meningkatan kadar gula darah Anda.

Studi ini dilakukan di AS yang melibatkan lebih dari 200 ribu orang. Hasil penelitian, ditemukan bahwa porsi makan 150 gram beras putih lebih dari lima kali seminggu meningkatkan risiko diabetes sebesar 17 persen dibandingkan dengan orang-orang yang makan hanya satu porsi nasi dalam sebulan.

Hal ini dijelaskan oleh fakta bahwa beras merah kaya serat yang bisa digunakan untuk diet. Penggilingan beras coklat menghapus sebagian besar serat tersebut, sehingga kadar glukosa darah lebih tinggi.

Beras putih lebih sehat daripada beras putih dilihat dari konten serat dan nutrisi. Bran atau bekatul dari gabah mengandung vitamin B, mineral, serat, asam folat, juga kaya kalium, seng, tembaga, dan yodium. Selain itu beras pecah kulit memiliki rasa kacang ringan.

Jadi pecinta nasi putih harus beralih ke beras merah dan biji-bijian lainnya. Para peneliti merekomendasikan mereka yang suka makan banyak nasi putih untuk menggantinya dengan beras merah.

Sumber : vivanews.com

Copyright © 2010-2017 dimas.adijourgia10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.